Menelisik Kesiapan Sabang Menjadi Destinasi Wisata Dunia: Sudahkah Ruang Publiknya Nyaman?
Halo para petualang! Jika bicara tentang titik nol kilometer Indonesia, pikiran kita pasti langsung tertuju pada satu nama: Sabang. Kota yang terletak di ujung paling barat Indonesia ini memang punya daya tarik luar biasa, mulai dari keindahan bawah lautnya hingga statusnya sebagai pelabuhan kapal pesiar internasional.
Namun, di balik pesona alamnya yang memukau, ada satu hal penting yang sering luput dari perhatian wisatawan, yaitu kualitas ruang publiknya. Apakah taman-taman, area pejalan kaki, dan tempat bersantai di pusat kota sudah cukup "ramah" untuk mendukung pariwisata yang berkelanjutan?
Sebuah pengamatan mendalam baru-baru ini dilakukan di tujuh titik ikonik Sabang, seperti Sabang Fair, Taman Ria, hingga jalur pedestrian di kawasan Pasiran. Tujuannya sederhana: melihat sejauh mana ruang-ruang ini siap menyambut turis mancanegara.
Berikut adalah beberapa temuan menarik dari hasil studi tersebut:
Daya Tarik Visual yang Luar Biasa
Satu hal yang tidak perlu diragukan dari Sabang adalah keindahannya. Dari sisi kualitas visual dan lingkungan, ruang publik di sini mendapat skor yang sangat memuaskan. Keasrian alam, kebersihan, dan suasana yang tenang menjadi nilai tambah yang membuat siapa pun akan betah menikmati pemandangan laut dari taman kota.
Apa yang Masih Perlu Ditingkatkan?
Meski secara visual sangat cantik, penelitian ini menemukan beberapa aspek teknis yang masih perlu perhatian serius agar Sabang bisa bersaing dengan destinasi global lainnya:
Aksesibilitas yang Inklusif: Fasilitas untuk penyandang disabilitas, seperti jalur pemandu (tactile paving) atau ram yang landai, dirasa masih sangat minim. Idealnya, ruang publik pariwisata harus bisa dinikmati oleh semua kalangan tanpa hambatan.
Fasilitas Pendukung Wisata: Beberapa titik masih kekurangan fasilitas penting seperti toilet yang terstandar dengan baik, tempat ibadah yang terintegrasi, atau pusat informasi yang mudah dijangkau di area publik.
Sinergi Ekonomi dan Komunitas: Ruang publik di Sabang sebenarnya punya potensi besar untuk mendukung ekonomi lokal. Sayangnya, integrasi antara area bersantai dengan wadah bagi UMKM lokal masih terlihat belum maksimal dan butuh pengelolaan yang lebih terorganisir.
Catatan untuk Masa Depan Sabang
Membangun destinasi wisata yang berkelanjutan bukan hanya soal mempercantik fisik, tapi juga soal kenyamanan dan pengalaman semua orang yang datang. Tantangan seperti pemeliharaan fasilitas dan koordinasi antarpihak menjadi kunci utama agar ruang publik di Sabang tidak hanya indah dipandang, tapi juga fungsional.
Sabang punya modal besar dengan alamnya yang juara. Jika kualitas ruang publiknya terus ditingkatkan agar lebih inklusif dan terintegrasi, bukan tidak mungkin kota ini akan menjadi standar baru bagi pariwisata berkelanjutan di Indonesia.
Menurut teman-teman, fasilitas apa yang paling wajib ada di sebuah taman atau ruang publik saat kalian sedang traveling? Tulis di kolom komentar ya!
*Artikel ini disusun berdasarkan hasil penelitian "Assessing the Quality of Public Space for Sustainable Tourism in Sabang City" (2025).


Comments
Post a Comment